Sabtu, 29 Oktober 2016

Catatan Perjalanan Desa Wisata Kebon Agung :Mengikuti Kegiatan Wisata Budaya Tradisional


Panduan Desa wisata. Desa Wisata Kebon Agung berada di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta. Letaknya berada sekitar 15 kilometer sebelah selatan pusat Kota Yogyakarta. Secara administratif, desa wisata ini terbagi menjadi lima pedukuhan yaitu Dukuh Kanten, Dukuh Mandingan, Dukuh Kalangan, Dukuh Jayan, dan Dukuh Tlogo. Dengan luas wilayah sekitar 188 hektare (terdiri dari kurang lebih 118 hektare lahan pertanian dan 70 hektare lahan perumahan dll.), Desa Wisata Kebon Agung dihuni oleh 1368 KK atau kira-kira 3376 jiwa.Baca juga desa wisata petingsari : http://www.toconfp.org/2016/10/catatan-perjalanan-desa-wisata.html 

Kebon Agung menonjolkan wisata budaya dan wisata alam dengan empat spot wisata andalan yaitu Bendung Tegal, Rumah Limasan, Rumah Joglo, dan Kegiatan Pertanian.Bendung Tegal adalah lokasi wisata alam berupa bendungan yang membendung aliran Sungai Opak. Sungai tersebut melintasi Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul dengan hulu sungai Gunung Merapi. Sungai tersebut juga merupakan batas alami dari Kasultanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta.

Di Bendungan Tegal, wisatawan dapat melakukan kegiatan memancing dan menyusuri bendungan dengan menggunakan kapal sewaan. Sungai Opak dianggap menarik untuk ditelusuri karena lintasannya lurus dan lebar, tidak seperti kebanyakan sungai lainnya di Indonesia.Baca juga desa wisata krebet : http://www.toconfp.org/2016/12/catatan-perjalanan-desa-wisata-krebet.html

Pada waktu-waktu tertentu, diadakan upacara adat masyarakat Tionghoa yaitu acara Peh Cun.Acara yang namanya berasal dari dialek Hokkian itu biasanya diselenggarakan dengan mengadakan perlombaan perahu naga. Sehubungan dengan perlombaan perahu naga, Bendungan Tegal pernah menjadi tuan rumah acara itu pada tahun 2009 dan 2010.

Spot wisata menarik lainnya adalah kehadiran Museum Tani Jawa Indonesia sejak tanggal 26 September 2005. Museum tersebut menyimpan dan memamerkan alat-alat pertanian peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.

Sempat hancur tanggal 27 Mei 2006 karena gempa bumi, Museum Tani Jawa Indonesia ini dibangun kembali pada 4 Mei 2007 oleh Kristya Bintara. Lahannya menggunakan tanah Purwo Wiyono dan dikukuhkan dengan Akta Notaris No. 01/AKN/V/07.


Kegiatan-kegiatan tradisional lainnya yang patut disaksikan pula adalah Kesenian Gejog Lesung, Seni Karawitan, Seni Batik, Seni Keprajuritan, Kenduri, dan Bancaan.Setiap hari Kemerdekaan Indonesia, Lomba Panjat Pinang diadakan sebagai hiburan masyarakat. Mereka berkompetisi mencapai puncak pohon pinang untuk merebut hadiah-hadiah yang tersedia.Penginapan berbentuk homestay juga disediakan untuk wisatawan yang ingin beristirahat sekaligus merasakan kehidupan pedesaan.

0 komentar:

Poskan Komentar