Jumat, 28 Oktober 2016

Catatan Perjalanan ke Desa Wisata Ledok Sambi : Unggulkan Ecopark Outbond


Desa Wisata Ledoksambi terletak di Jalan Kaliurang km 19,2; Pedukuhan Sambi, Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta.Desa wisata ini menawarkan keindahan wisata alam Gunung Merapi, kejernihan sungai, dan keanggunan bangunan-bangunan tradisional seperti limasan, simon, dan joglo.

Setidaknya, terdapat tujuh potensi wisata Desa Ledok Sambi. Mereka adalah pemandangan alam desa, pertanian padi, peternakan sapi perah, outbond, kesenian rakyat, kebudayaan sadranan, dan homestay di rumah joglo.Baca juga desa wisata petingsari : http://www.toconfp.org/2016/10/catatan-perjalanan-desa-wisata.html 

Pemandangan desa dapat dinikmati secara maksimal dengan trekking menyusuri jalanan di desa. Pengunjung bisa meminta seorang pemandu wisata untuk memandu mereka melalui jalan-jalan di desa.

Selama trekking, wisatawan bisa melihat kegiatan pertanian dan peternakan sapi perah. Jika mau, mereka dapat mempraktikkan cara memerah susu sapi secara tradisional. Bahkan, pemandu siap mengajarkan cara menangkap ikan tanpa bantuan alat di sawah.Baca juga desa wisata kebon agung : http://www.toconfp.org/2016/10/catatan-perjalanan-desa-wisata-kebon.html

Untuk outbond, warga desa Ledok Sambi telah serius mengurusnya. Mereka menawarkan tiga tipe outbond yang disesuaikan dengan wisatawan. Ada Corporate Outing, Family Outing, School Outing, dan Special Program. Ada situs khusus yang mengurusi tentang Ecopark Outbond itu. Permainan khas outbond seperti flying fox, dan meniti tali disediakan oleh Outbond bermotto “Alami Desa Asli Jogja” itu.

Sementara itu, Ledok Sambi juga merupakan rumah dari berbagai kesenian rakyat. Beberapa kesenian yang dipertunjukan antara lain uyon-uyon, karawitan Jawa, dan wayang kulit. Usai melihat pertunjukan, para wisatawan bisa mendapatkan pelatihan tentang kesenian tersebut.Baca juga desa wisata krebet : http://www.toconfp.org/2016/12/catatan-perjalanan-desa-wisata-krebet.html

Warga Ledok Sambi juga masih menjunjung tinggi kebudayaan daerah. Buktinya, mereka masih mengadakan Sadranan setiap 21 Syaban. Selain Sadranan, ada acara ruwahan dan kenduri yang bisa diikuti wisatawan.

Para wisatawan bisa bermalam di homestay berbentuk rumah Joglo. Ada sebuah rumah joglo yang dibangun tahun 1952. Rumah tersebut belum pernah direnovasi sehingga masih otentik. Dengan menginap di rumah-rumah warga, wisatawan bisa langsung beinteraksi dengan mereka.

Keadaan Desa Wisata Ledok Sambi yang asri namun mendapatkan perlakuan memadai sebagai sebuah lokasi pariwisata membuat destinasi wisata ini wajib dilirik para petualang. Di sini, wisatawan dapat melihat bagaimana keasrian sebuah desa wisata jogja dan gaya hidup masyarakatnya dapat berpadu dengan kebutuhan pariwisata lokal tanpa saling menghilangkan pengaruh masing-masing.



This entry was posted in

0 komentar:

Poskan Komentar