Jumat, 28 Oktober 2016

Catatan Perjalanan ke Lawang Sewu : Bekas Kantor Maskapai Kereta Api dan Tempat Penyiksaan Belanda


Lawang Sewu, satu nama yang populer di Indonesia sebagai lokasi berhantu di Semarang. Kepopuleran tayangan-tayangan mistis di awal tahun 2000-an membuat bangunan milik PT Kereta Api Indonesia ini semakin terkenal saja.Memang, Lawang Sewu pernah beberapa kali diliput oleh stasiun televisi nasional dan dijadikan lokasi syuting tayangan misteri.

Sesungguhnya, gedung yang dibangun pada tahun 1904 dan selesai tahun 1919 ini adalah bekas kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Kantor milik pemerintahan Hindia-Belanda ini terletak di bundaran Tugu Muda (dulu bernama Wilheminaplein).

Adapun istilah Lawang Sewu (Pintu Seribu) diberikan masyarakat karena jumlah pintu dan jendela bangunan seluas sekitar 2,5 hektare ini sangat banyak.Masyarakat menganggap jendela-jendelanya sebagai pintu karena bentuknya yang tinggi dan lebar menyerupai pintu. Pada kenyataannya, jumlah pintu dan jendela bangunan kuno ini tidak sebanyak itu. Meskipun demikian, ungkapan hiperbolis ini malah membuat bangunan ini mudah diingat dan ikonik.

Meskipun sekarang ini Lawang Sewu terkenal dengan cerita mistisnya, sebenarnya Lawang Sewu adalah salah satu dari 102 bangunan bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota No. 650/50/1992.

Lawang Sewu dibangun oleh arsitek asal Amsterdam (Belanda bernama Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Quendag.Bekas kantor NIS ini dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) setelah kemerdekaan Indonesia.

Bangunan berlantai tiga ini juga pernah dipakai oleh Kodam IV/Diponegoro sebagai Kantor Badan Prasarana serta oleh Kementerian Perhubungan Jawa Tengah sebagai Kantor Wilayah.Pada pertempuran lima hari di Semarang (14-19 Oktober 1945), bangunan ini dijadikan lokasi pertempuran antara Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai (Kesatuan Polisi Militer) dan Kidobutai Jepang.baca juga http://www.toconfp.org/2016/10/panduan-wisata-semarang-ke-pagoda.html

Bangunan ini juga pernah menjadi tempat penyiksaan orang Belanda oleh tentara Jepang. Area bawah tanah yang dulunya berisi penjara itu memang sering diberitakan masih memunculkan penampakan hantu.

Terlepas dari semua itu, arsitektur bangunan Lawang Sewu memang patut diacungi jempol. Lawang Sewu memiliki sistem pipa yang sangat baik, bisa menjangkau ke tiap-tiap ruangan. Desain atap dan langit-langit yang canggih bisa mensirkulasi udara panas agar keluar lewat ventilasi.

Karena Indonesia beriklim tropis sehingga selalu disinari matahari sepanjang tahun, arsitek membangun lorong bawah tanah yang selalu digenangi air. Tujuannya, agar lantai di atasnyaselalu dingin. Desain ramah lingkungan ini memang dianggap cukup canggih pada jamannya dan masih relevan hingga saat ini. baca juga http://www.toconfp.org/2016/10/catatan-perjalanan-ke-pagoda-buddhagaya.html


Lawang Sewu memang mempunyai sisi mistis yang menjual. Namun, pemerintah daerah mengharapkan, destinasi wisata ini tetap dapat dinikmati dari segi sejarah dan arsitekturnya.
This entry was posted in

0 komentar:

Poskan Komentar