Jumat, 28 Oktober 2016

Catatan Perjalanan ke Pagoda Buddhagaya Watugong


Kota Semarang menjadi rumah dari beberapa tempat ibadah megah dari berbagai agama dan kepercayaan. Beberapa di antaranya adalah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di daerah Gayamsari untuk ibadah umat Islam danGereja Blenduk (GPIB Immanuel) di Kota Lama untuk ibadah umat Kristen Protestan.

Kemudian, Kelenteng Sam Poo Kong di Bongsari sebagai tempat ibadah umat Kong Hu Cu. Selain ketiga tempat ibadah tersebut, ada satu lagi tempat ibadah bersejarah untuk umat Buddha yaitu Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong.

Pagoda Watugong terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan. Selain karena tingginya yang dapat dilihat dari kejauhan, letaknya yang beradadi depan Markas Kodam IV Diponegoro, Watugong, Semarang menjadikan lokasi wisata budaya dan reliji ini mudah dijangkau.

Ketinggian salah satu pagoda, Pagoda Avalokitesvara, yang mencapai 45 meter hingga kini masih tercatat sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengukuhkannya sejak tahun 2006.

Arsitektur Pagoda Watugong indah namun juga mengandung filosofi tingkat tinggi. Pagoda Avalokitesvara misalnya, mempunyai tujuh tingkatan yang didesain semakin ke atas semakin menyempit.Ketujuh tingkatan ini melambangkan tingkatan yang harus dilalui seorang pertapa untuk mencapai kesucian, yang dilambangkan dengan tingkat ketujuh. baca juga http://www.toconfp.org/2016/10/panduan-wisata-semarang-ke-pagoda.html

Pagoda Avalokitesvara berbentuk segi delapan dan berukuran 15x15 meter.Ada sebuah patung Dewi Kwan Im yang tingginya 5,1 meter. Di sisinya, ada patung Panglima We Do. Patung Dewi Kwan Im juga ditempatkan di empat penjuru mata angin di tingkat kedua hingga keenam. Maksudnya adalah agar sang dewi dapat memancarkan welas asih ke empat penjuru.

Puncak Pagoda Avalokitesvara diisi oleh patung Amitabha (guru besar para dewa dan manusia). Relik mutiara Buddha disimpan di sebuah stupa yang ditempatkan di puncak pagoda. Namun, pengunjung tidak bisa menjangkau puncak pagoda karena tidak disediakan tangga akses. Total patung yang berada di pagoda ini adalah 30 buah.

Pagoda Watugong memiliki beberapa nama lain yaitu Pagoda Dewi Kwan Im, Pagoda Metakaruna, dan Pagoda Cinta Kasih. Sebutan yang berbeda-beda itu dikarenakan ada patung Dewi Kwan Im yang menyambut di pintu gerbang dan karena pagoda ini diperuntukkan untuk Kwan Sie Im Po Sat, Dewi Cinta Kasih.

Kompleks Vihara Watugong memiliki fasilitas penginapan berbentuk cottage. Semua fasilitas untuk pengunjung disediakan oleh pengurus vihara. Bahkan, untuk masuk ke kompleks ini, pengunjung membayar retribusi yang tarifnya mereka tentukan sendiri alias seikhlasnya.Vihara ini dibuka untuk umum setiap hari pukul 07.00-21.00 WIB. Syarat-syarat yang pengunjung harus taati antara lain memakai baju tertutup dan bertutur kata dengan sopan.



This entry was posted in

0 komentar:

Poskan Komentar