Jumat, 28 Oktober 2016

Panduan Wisata Solo ke Umbul Pengging, Pemandian Jolotundo, dan Sapta Tirta Pablengan


Kota Solo dan sekitarnya, sering disebut Soloraya, mempunyai destinasi wisata beragam mulai dari wisata alam hingga wisata kuliner. Kali ini, akan dibahas wisata air di Umbul Pengging (Boyolali), Pemandian Jolotundo (Klaten), dan Sapta Tirta Pablengan (Karanganyar). Ketiganya menawarkan wisata serupa yaitu pemandian umum. Namun, mereka menyajikan pemandangan alam dan latar belakang sejarah yang berbeda. Layanan sewa mobil solo mempermudah anda untuk mengunjungi wisata ini. Berikut ini sedikit deskripsi mengenai ketiganya:

Umbul Pengging. Lokasi wisata pemandian ini terletak di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Umbul ini adalah peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta. Sebelum dibuka untuk umum, umbul bernama asli Tirto Marto ini digunakan oleh keluarga kerajaan untuk bersantai. Rakyat yang bukan keturunan raja dilarang masuk dan menggunakan fasilitas umbul ini. Namun, seiring perkembangan jaman, kini umbul telah dibuka untuk umum.

Mengenai nama Pengging yang melekat padanya, asal nama itu dari nama administratif lokasi ini jaman dahulu. Daerah Pengging, jika ditilik dari wilayah administratif sekarang ini, meliputiwilayah Klaten, Boyolali, dan kemungkinan mencapai Salatiga. Daerah Pengging diperkirakan dulunya berpusat di daerah Banyudono, Boyolali.

Kompleks Umbul Pengging terdiri dari tiga umbul alam dengan nama dan latar belakang sejarah yang unik. Ada Umbul Ngabean, Umbul Sungsang, dan Umbul Temanten.Fasilitas kamar ganti, lahan parkir, dan gazebo turut mendukung kenyamanan Umbul Pengging.

Pemandian Jolotundo. Asal pemandian ini adalah dari sebuah mata air yang mengalir di Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Pemandian ini termasuk salah satu lokasi favorit untuk ritual padusan.

Dengan luas sekitar 220 meter, Pemandian Jolotundo dibagi menjadi tiga kolam renang umum. Kedalaman tiap-tiap kolam renang bervariasi agar bisa mengakomodasi berbagai kalangan.

Legenda di balik kemunculan Pemandian Jolotundo tak lepas dari cerita Roro Amis. Sunan Paku Buwana X juga pernah mengunjungi pemandian ini untuk bersuci.Uniknya, ada sebuah batu yang diyakini sebagai “tepak Bisma”. Masyarakat percaya bahwa batu tersebut pernah diinjak oleh ksatria dalam kisah wayang Jawa bernama Bisma.

Sapta Tirta Pablengan. Kawasan petirtaan di Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar ini mempunyai luas sekitar satu hektare. Terdapat tujuh buah mata air yang unik dari segi karateristik dan legenda.

Tujuh mata air di Pablengan itu diberi nama sesuai dengan kegunaan masing-masing. Ada mata air Bleng, mata air Soda, mata air Kasekten, mata air urus-urus, mata air Hangat, mata air Hidup, dan mata air Mati.

Enam bilik kamar mandi Keputren dibuat oleh Mangkunegoro VI. Selain bilik pemadian Keputren, ada satu lokasi pemandian putri keraton yang juga dibangun oleh Raja Surakarta itu.

Pangeran Samber Nyowo pernah mendiami Sapta Tirta Pablengan selama beberapa waktu. Dia menjadikan lokasi ini sebagai tempat bersemedi saat melawan Belanda.


Demikian deskripsi singkat tentang tiga objek wisata pemandian di Soloraya. Semoga deskripsi yang kami berikan dapat dijadikan panduan untuk memilih tempat wisata terbaik untuk Anda dan sewa mobil masih jadi transportasi terbaik saat ini.
This entry was posted in

0 komentar:

Poskan Komentar