Kamis, 08 Desember 2016

Catatan Perjalanan Desa Wisata Krebet : Membatik di atas Kayu


Desa Krebet di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta, diangkat sebagai desa wisata karena keunikan budaya kerajinan batik dan upacara adatnya. Desa ini berjarak sekitar 12 kilometer barat daya dari Kota Jogja sehingga cukup dekat dengan pusat kota.

Desa Wisata Krebet berupa sebuah wilayah seluas sekitar 104 hektare. Wilayah ini terdiri dari tanah kapur yang membentuk tegalan dan pekarangan.Baca juga desa wisata petingsari : http://www.toconfp.org/2016/10/catatan-perjalanan-desa-wisata.html 

Kerajinan batik yang dibuat warga desa Krebet tidak seperti lazimnya kerajinan batik lainnya. Umumnya, batik dibuat dengan cara mencanting di atas kain mori. Namun, pengrajin batik Krebet menggunakan media kayu sebagai kanvasnya.

Kehadiran batik kayu yang unik ini mampu menjadi ikon Desa Wisata Krebet. Produk jadinya berupa topeng, wayang, lemari, patung kayu, kotak perhiasan, dan aksesori menjadi sumber pendapatan utama warga Krebet.Mereka juga sering menjual batik kayu ini untuk keperluan suvenir pernikahan.Selain kerajinan batik, warga Krebet juga membuat kerajinan bunga kering.

Keunggulan batik kayu Krebet diakui oleh pasar internasional. Berbeda dengan membatik di atas kain, pembuatan pola tidak bisa dicetak tetapi harus dibuat manual.Maka dari itu, dibutuhkan ketelitian ekstra untuk dapat membuat motif kawung, parangrusak, parangbarong, sidorahayu, sidomukti, garuda, dll.Karena keistimewaannya, satu hasil kerajinan bisa dibanderol hingga jutaan rupiah. Baca juga desa wisata kebon agung : http://www.toconfp.org/2016/10/catatan-perjalanan-desa-wisata-kebon.html

Upacara kebudayaan yang diselenggarakan oleh warga Krebet unik, tidak ada di tempat lain. Upacara tersebut dinamakan upacara Merti Dusun Krebet. Maksud dari upacara ini adalah mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah.

Upacara Merti Dusun Krebet diselenggarakan dengan mengarak gunungan berisi bahan makanan pokok menyusuri jalan-jalan di Dusun Krebet. Yang mengarak adalah prajurit diikuti warga-warga setempat. Mereka membawa ubo rampe kenduri. Gunungan diarak hingga sampai ke pendapa.


Sesampainya gunungan di pendapa, gunungan diserahkan kepada sesepuh desa untuk didoakan. Warga bersama-sama mengadakan doa bersama sebelum membagi-bagikan gunungan dan ubo rampe kenduri.Warga saling berebut gunungan untuk mendapatkan jatah masing-masing.
This entry was posted in

0 komentar:

Poskan Komentar